Singkatan KO = Kata Orang
Cowok angkat barang berat
KO : Udah biasa, biarin aja nggak usah dibantuin
Cewek angkat barang berat
KO : Kesian banget, bantuin yuk..emang suaminya ke mana ?
Cowok pake baju cewek
KO : Idih mbak..mo ke mana ? suwit..suwit..(bencong maksudnya)
Cewek pake baju cowok
KO : Cool..boleh juga..eksentrik
Cowok nganterin ceweknya orang
KO : Kamu siapa ? jedag..jedug (digebukin ama cowoknya yg cewek)
Cewek dianterin ama cowok orang lain
KO : Tetep aja yg digebugin yg cowok ama cowoknya yg cewek, bingungkan..he..he..
Cowok suka shopping
KO : Amit-amit kayak cewek aja..
Cewek suka shopping
KO : Udah biasa maklumlah cewek :-P
Cowok muter-muter di mall
KO : Muter-muter terus, nggak beli-beli...kayak setrikaan nggak panas
Cewek muter-muter di mall
KO : Maklumlah belon ada yg cocok untuk dibeli..
Cowok ditraktir cewek
KO : Pelit banget sih..dasar cowok nggak modal
Cewek ditraktir cowok
KO : Emang seharusnya gitu
Cowok cengeng ngeliat sinetron
KO : Dasar cengeng, gitu aja nangis...gengsi doongg !!
Cewek cengeng ngeliat sinetron
KO : Bener2 berperasaan halus..dia pasti terharu..
Cowok nggak kerja
KO : Nggak punya malu
Cewek nggak kerja
KO : Lebih mementingkan keluarga
Cowok suka marah-marah
KO : Kasar banget dia, moga aja ntar suamiku nggak gitu
Cewek suka marah-marah
KO : Pasti dia lagi datang bulan
Cowok menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Gila
Cewek menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Begitulah cewek
Cowok ngabisin duit istrinya
KO : Pasti buat selingkuh
Cewek ngabisin duit suaminya
KO : Itulah tugas cewek
Cowok idiot
KO : Malu-maluin
Cewek idiot
KO : Dia kan cantik
--
Vinodii
CLUBBERSMEDIA INDONESIA
http://www.clubbersmedia.com
------------
E : vinodi@clubbersmedia.com
M : +6285691401609
-------------
YM : vinodii_dj | MSN : vinodii@live
GTalk : vinodii.dj | BB Pin : 23DA044F
-------------
Sabtu, Mei 30, 2009
Enaknya jadi Cewek
Kamis, Mei 28, 2009
1000 ciuman untuk biaya hidup
Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan. Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo.
Bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.
Ia hanya bisa mengirim surat.Isinya demikian:
Istriku Tercinta, Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah.
Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.
Paling cinta,
Kanda Paijo
Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:
Kanda Paijo tersayang,
Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :
Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.
Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal 10 setiap bulannya.
Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.
Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman.
Dia maunya dibayar dengan yang lain..
Ya terpaksa Dinda berikan saja.
Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..
Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai,
karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan. Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.
Kanda tersayang.. bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung,
karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan. Kanda,
dari kanda masih tersisa 125 ciuman,
apakah kanda punya ide?
Atau saya tabung saja ya?
Paling sayang,
dari Dinda seorang.
| Vinodii on Blackberry |
DUNIA, CINTA, DAN GUE
http://dunia-cinta-dan-gue.blogspot.com
http://www.clubbersmedia.com
Minggu, Mei 24, 2009
[KISAH NYATA] Surat Seorang Anak yang Merindukan Kasih Sayang Orang Tua
Surat Yang Aku Terima dari Lubuk Hatiku yang Terpendam
Kehidupan keras telah aku lalui semenjak masih menduduki bangku TK. Aku menerima kekerasan pertama kali dari orang tua (Ibu) pada saat si anak meminta dibelikan mainan dengan harga Rp. 4.000,- (tahun 1992), pada saat itu uang Rp. 4.000,- memang sangatlah banyak. Dan setelah dipukul pakai sapu lidi aku dikunci di gudang dengan ditemani kelinci ku yang kelaparan.
Ketika masih SD, hampir setiap malam pertengkaran dalam rumah tangga menjadi tontonanku dengan adikku, tak jarang aku menangis berpelukan sama adikku. Oya adikku perempuan loch, cantik... Dan hal tersebut terus terjadi setiap harinya.
Menduduki bangku SMP dan adikku masih di bangku SD, orang tua sudah pisah ranjang. Aku dan adikku ikut ayah, dan bunda beli rumah sendiri (meskipun waktu itu masih belum tau ibu dapet uang darimana). Alasan aku ikut ayah karena kesekolah lebih dekat, dan saat itu aku masih sayang banget sama ayah.
SMP kelas 3, pertama kali ayah memperkenalkan dunia hitam (Dukun, santet, pelet, dll). Aku mulai tidak suka sama ayah dan aku mulai muak dengan semua kegiatan ayah yang selalu pulang malam terus.Aku juga kasihan sama adikku yang tidak pernah mendapat bimbingan belajar dari ayah dan ibu. Tapi syukur puji Tuhan adikku dikaruniai otak yang cerdas dan pintar tidak seperti aku yang hanya seorang pemalas yang pernah tidak naik kelas dan pernah mendapat gelar juara pertama kesenian membuat miniatur rumah adat (ketika SD kelas 3) dan karya seniku dibuang oleh ayah karena dianggap bikin kotor.
Ketika aku masuk SMA disitu aku mulai tumbuh dan mengerti beberapa hal yang dulu aku belum mengerti. Aku mulai mengerti dimana ibu ku ternyata selingkuh dan ibu mendapat rumah juga hasil dari perselingkuhan nya. Ayah yang galak mulai menunjukan sifat galaknya ke aku tapi tidak ke adikku.
SMA aku berantakan. Aku tidak bisa lagi menangkap pelajaran yang diberikan oleh seorang guru yang baik hati. Aku selalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam? Pulang sekolah, main sama teman-teman, nonton film Porno sama teman-teman, dan melihat ayah pulang hanya untuk mandi lalu pergi lagi sampai subuh baru pulang.
Aku tinggal dirumah sehari-hari hanya sama adikku saja. Kadang suka berebut TV dan saling mengejek, tapi kadang aku baik suka mengajari hal yang adikku ga tau. Dan ketika SMA itu ibuku selalu datang setiap sore untuk menjenguk aku sama adikku dan selalu membawakan makanan enak dan memberi uang buat jajan. Itu semua bikin aku dan adikku senang saat itu. Tapi lambat laun terciup rasa yang membuat aku tidak mengerti apa itu 'Kasih Sayang Orang Tua'.
SMA aku tidak lulus, dan aku tidak perlu sebutin penyebabnya kan. Setelah aku lepas dari bangku sekolah, aku sering menjadi pengamen bareng teman-teman pecinta seni di kawasan Malioboro, dengan harapan aku bisa masuk ke dunia Universitas seperti yang ada didalam impian aku. Namun harapan memang hanyalah harapan, dan impianku pun terhapus sudah oleh waktu.
Bosan dengan kegiatan sehari-hari aku pun pindah ke rumah ibu bareng dengan adikku. Karena ayah sudah mulai sering membawa perempuan kerumah, yang tidak lain perempuan itu adalah seorang perempuan yang pernah aku kenalin ke ayah. Aku dan adikku mencoba untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dirumah ibu dan ternyata aku merasa itu semua sama saja, karena selingkuhan ibu juga selalu datang setiap sore.
Selama 2 tahun hidup dirumah ibu aku selalu melihat dan mendengar tangisan ibuku, namun aku tidak tau apa penyebabnya.
Umurku 21th (di tahun 2009). Dan sekarang aku sudah 3 tahun berada di Jakarta dan selalu melihat seorang anak yang digandeng tanganya oleh ayah ibu nya. Tak jarang aku melihat seorang anak yang disuapin ibunya. Dan berbagai macam bentuk kasih sayang orang tua yang aku sering lihat namun tidak pernah aku dapatkan.
Aku bahagia atau tidak menjadi hal yang tidak penting buat aku sekarang ini. Bisa bertahan hidup di Jakarta dengan gaya hidup yang tidak bisa diduka oleh ku yang kampungan ini pun aku sudah bersyukur.
"Dan ingat, sampai sekarang aku ingin merindukan 'Kasih Sayang Orang Tua' yang sangat jarang aku peroleh dari semenjak aku kecil.."
Wahai orang tua yang sudah mempunyai anak. Jadilah ayah dan ibu yang penyayang buat anakmu...
Mungkin aku hanyalah sebagian dari ribuan orang yang pernah mengalaminya
Tapi aku sangat tidak menginginkan hal tersebut tidak akan terjadi terhadap siapapun





