Vinodii's On Plurk

   

Minggu, Mei 24, 2009

[KISAH NYATA] Surat Seorang Anak yang Merindukan Kasih Sayang Orang Tua

Surat Yang Aku Terima dari Lubuk Hatiku yang Terpendam

Kehidupan keras telah aku lalui semenjak masih menduduki bangku TK. Aku menerima kekerasan pertama kali dari orang tua (Ibu) pada saat si anak meminta dibelikan mainan dengan harga Rp. 4.000,- (tahun 1992), pada saat itu uang Rp. 4.000,- memang sangatlah banyak. Dan setelah dipukul pakai sapu lidi aku dikunci di gudang dengan ditemani kelinci ku yang kelaparan.

Ketika masih SD, hampir setiap malam pertengkaran dalam rumah tangga menjadi tontonanku dengan adikku, tak jarang aku menangis berpelukan sama adikku. Oya adikku perempuan loch, cantik... Dan hal tersebut terus terjadi setiap harinya.
Menduduki bangku SMP dan adikku masih di bangku SD, orang tua sudah pisah ranjang. Aku dan adikku ikut ayah, dan bunda beli rumah sendiri (meskipun waktu itu masih belum tau ibu dapet uang darimana). Alasan aku ikut ayah karena kesekolah lebih dekat, dan saat itu aku masih sayang banget sama ayah.

SMP kelas 3, pertama kali ayah memperkenalkan dunia hitam (Dukun, santet, pelet, dll). Aku mulai tidak suka sama ayah dan aku mulai muak dengan semua kegiatan ayah yang selalu pulang malam terus.Aku juga kasihan sama adikku yang tidak pernah mendapat bimbingan belajar dari ayah dan ibu. Tapi syukur puji Tuhan adikku dikaruniai otak yang cerdas dan pintar tidak seperti aku yang hanya seorang pemalas yang pernah tidak naik kelas dan pernah mendapat gelar juara pertama kesenian membuat miniatur rumah adat (ketika SD kelas 3) dan karya seniku dibuang oleh ayah karena dianggap bikin kotor.

Ketika aku masuk SMA disitu aku mulai tumbuh dan mengerti beberapa hal yang dulu aku belum mengerti. Aku mulai mengerti dimana ibu ku ternyata selingkuh dan ibu mendapat rumah juga hasil dari perselingkuhan nya. Ayah yang galak mulai menunjukan sifat galaknya ke aku tapi tidak ke adikku.

SMA aku berantakan. Aku tidak bisa lagi menangkap pelajaran yang diberikan oleh seorang guru yang baik hati. Aku selalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam? Pulang sekolah, main sama teman-teman, nonton film Porno sama teman-teman, dan melihat ayah pulang hanya untuk mandi lalu pergi lagi sampai subuh baru pulang.

Aku tinggal dirumah sehari-hari hanya sama adikku saja. Kadang suka berebut TV dan saling mengejek, tapi kadang aku baik suka mengajari hal yang adikku ga tau. Dan ketika SMA itu ibuku selalu datang setiap sore untuk menjenguk aku sama adikku dan selalu membawakan makanan enak dan memberi uang buat jajan. Itu semua bikin aku dan adikku senang saat itu. Tapi lambat laun terciup rasa yang membuat aku tidak mengerti apa itu 'Kasih Sayang Orang Tua'.

SMA aku tidak lulus, dan aku tidak perlu sebutin penyebabnya kan. Setelah aku lepas dari bangku sekolah, aku sering menjadi pengamen bareng teman-teman pecinta seni di kawasan Malioboro, dengan harapan aku bisa masuk ke dunia Universitas seperti yang ada didalam impian aku. Namun harapan memang hanyalah harapan, dan impianku pun terhapus sudah oleh waktu.

Bosan dengan kegiatan sehari-hari aku pun pindah ke rumah ibu bareng dengan adikku. Karena ayah sudah mulai sering membawa perempuan kerumah, yang tidak lain perempuan itu adalah seorang perempuan yang pernah aku kenalin ke ayah. Aku dan adikku mencoba untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dirumah ibu dan ternyata aku merasa itu semua sama saja, karena selingkuhan ibu juga selalu datang setiap sore.

Selama 2 tahun hidup dirumah ibu aku selalu melihat dan mendengar tangisan ibuku, namun aku tidak tau apa penyebabnya.

Umurku 21th (di tahun 2009). Dan sekarang aku sudah 3 tahun berada di Jakarta dan selalu melihat seorang anak yang digandeng tanganya oleh ayah ibu nya. Tak jarang aku melihat seorang anak yang disuapin ibunya. Dan berbagai macam bentuk kasih sayang orang tua yang aku sering lihat namun tidak pernah aku dapatkan.

Aku bahagia atau tidak menjadi hal yang tidak penting buat aku sekarang ini. Bisa bertahan hidup di Jakarta dengan gaya hidup yang tidak bisa diduka oleh ku yang kampungan ini pun aku sudah bersyukur.

"Dan ingat, sampai sekarang aku ingin merindukan 'Kasih Sayang Orang Tua' yang sangat jarang aku peroleh dari semenjak aku kecil.."


Wahai orang tua yang sudah mempunyai anak. Jadilah ayah dan ibu yang penyayang buat anakmu...
Mungkin aku hanyalah sebagian dari ribuan orang yang pernah mengalaminya
Tapi aku sangat tidak menginginkan hal tersebut tidak akan terjadi terhadap siapapun

0 SHOUT COMMENTS:

Vinodii On Playlist


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones